Sabtu, 11 Juli 2020

CERITA SINGKAT PERJALANAN HIDUPKU


Cerita pendek kehidupanku dari masa ke masa
Saya terlahir dari keluarga sederhana dan jauh dari kecukupan..dimasa kecilku dihabiskan hanaya bisa main di persawahan membantu orang tua untuk mengelola sawah milik orang lain... Dan pada usia 6 tahun tepatnya tahun 2003 saya mulai memasuki sekolah dasar... Saya langsung memasuki sekolah dasar karna kedua orang tua saya tidak mampu memasukan ke taman kanak kanak karena keterbatasan biyaya... Uang jajan saya sehari hari hanya diberikan 500rupiah, terkadang saya suka sedih melihat teman 1 kelas yang dikasih yang jajan berkisar 10.000 dalam satu hari, tapi saya buang jauh jauh rasa iri itu dan rasa sedih itu, kara saya mencoba selalu cukup uang jajan 500 rupaih dalam 1 hari, dan ketika jajan saya harus bisa memilih milih yang murah(maklum uang jajanku cuma 500 rupiah tidak seperti temanku yang uang jajanya mencapai 10.000 yang bisa membeli apa saja sesui sesuka hatinya)dan bisa mengenyangkan seperti contoh uang 400 dibelikan makanan dan yang 100 saya belikan es kenyot, diwaktu itu es kenyot 100 rupiah, dengan demikian perutku aman sampai wktu jam pulang sekolah, tapi terkadang saya juga merasa sedih tidak bisa rental ps ketika jam istirahat seperti mereka yang punya banyak duit, dan hingga sekarang yang namanya main playstation saya tidak mahir heheheh....dan suatu hari ketika saya memasuki kelas 4 SD, disitu saya merasakan kesedihan yang sangat mendalam, saat itu teman 1 kelas mengadakan kegiatan renang.. Itu acara renang diluar kegiatan sekolah, temen 1 kelasku mereka ikut semua renang tersebut dan mengajak ku, tapi setelah ijin kepada orangtuaku mereka mengijinkan buat berenang tetapi harus pakai uang sendiri, Pada saat itu biyaya masuk kolam renang Rp.4.000 dan biyaya transportasi Rp.2000 jadi totalnya Rp.6000, dan kebetulan saya pada saat itu tidak memiliki uang sebanyak itu, karna menurut saya uang 6000 rupiah itu cukup besar, dan saya harus berpuasa jajan di sekolah selama dua minggu supaya bisa terkumpul, dengan demikian sayapun tidak bisa mengikuti rombongan kelasku, disitu saya menangis sampai suara hilang, karna menangis hampir 1 harian, kedua orang tuaku tidak memberi uang 6000 rupiah dikarnakan tidak ada, mereka memiliki uang 5000 rupiah itupun untuk dipakai besok masak...dan didalam tangisku saya sambil menggali tanah yang ada pada belkang rumahku, mau buat kolam renang tapi tidak terwujudnhehehe, tapi ketika malam hari, saya bercita cita memiliki rumah yang ada kolam renangnya amiiiin...
Dan saya sangat bersyukur ketika naik kelas ke kelas 5 sd, uang jajan naik jadi 1000rupiah, jadi 2x lipat, dan saya bisa sedikit nabung dwngan uang jajanku heheheh
Ketika saya memasuki kelas 6 SD dan selesai ujian seklolh, saya mulai sedih lagi, teman temanku ingin melanjutkan ke sekolah menengah pertama SMP Favorit, mereka sangat mudah karna memiliki kedua orangtua yang kecukupan, berbanding terbalik dengan saya, saya sedih karnan semua kaka kandung saya tidak bisa meneruskan ke jenjang smp karena Keterbatasan biyaya...tapi saat itu terdapat SMP negri yang baru dibangun, dan kebeetulan pas saya lulus smp itu membuka tahun ajaran baru, disitulah saya semangt kembali, dan alhamdulillah saya masuk smp tersebut, karena minim biyaya dan dekat dengan rumah jadi uang jajanku bisa ditabung buat keperluan sekolah, dan jam istirahat pualng makan dirumah, walapun dirumah terkadang tidak ada makanan, yasudah cukup minum air putih saja dan kembali lagi ke sekolah....
Singkat cerita, saya lulus smp dan mulai bingung lagi apakah saya bisa masuk SMK, sedangkan SMK sangat jauh dari rumahku dan biyauanya cukup mahal, saya pun merengek pingin sekolah, dan ahirnya orangtua pun mengijinkan dan mengiyakan untuk melanjutkan sekolah, ketika itu saya masuk smk swasta karna sodaraku memasuki smk tersebut, saya harus mengikutinya supaya saya bisa berangkat sekolah nebeng ke motornya karna jaraknya cukup jauh, tapi ketika itu sodaraku memiliki satu gebetan, jadi hampir setiap berangkat sekolah sama pacarnya, saya harus jalan kaki jauh untuk naik angkutan umum, dengan uang jajanku 5000, uang angkutan umum 4000 pualng pergi, dan sisa 1000 rupiah untuk beli air mineral gelas, dan ketika libur saya kerja mengangkut gas LpG 12 kg/gas tabung biru, cari tambahan buat bayaran sekolah dan jajan sekolah...., singkat cerita saya lulus smk dan, saya pun berniatan untuk memasuki dunia kuliah, karna saya mendapatkan beasiswa, ya walaupun cuma 1 smster saja, saya membujuk kedua orangtua dan ahirnya saya kuliah sambil bekerja, pertama kali saya bekerja di rumah makan dengan gajih 400rb 1 bulan, itu sangat kurang, makanya saya tidak pernah jajan hanya cukup buat bensin dan bayaran, bayaranpun dibantu orang tua, ketika smster 4 saya pindah kerjaan di sebuah apotik dengan gajih 1 juta rupiah, dan saya sangat bersukur karna gajihnya sudah 2x lipat, sayapun bekerja di apotik sampai lulus kuliah yaitu 3 tahunan walapun serba kekurangan, sya tetap bertahan karna mungkin ditempat itu saja saya bisa bekerja, susah mencari kerja....
Dan pada saat lulus kuliah, alhamdulillah berkat doa kedua orangtua siang malam, saya melamar kerja ke perusahaan cukup besar dan posisi kerja yang cukup baik dengan gajih yang lumayan, dan akihrnya saya memutuskan berhenti kerja dari apotik karena alhamdulillah saya keterima kerja ada perusahaan tersebut dan saya bekerja sampai saat ini, saya merasakan sangat berkecukupan dibanding ketika SD dlu, dan perlahan perekonomian keluargaku membaik, setidaknya saya Bisa mengangkat sedikit derajat keluargaku...
SEMOGA BERMANFAAT CERITAKU, SEBAGAI MOTIVASI,sebenernya masih banyak sih ceritanya... Tapi saya singkat aja deh biar ngga terlalu sedih bacanya hehehe

Sabtu, 09 Mei 2020

Pembatasan Penggunaan bendwitch pada komputer

Internet Connection Sharing adalah hal lazim dilakukan sekarang ini. Namun membagi koneksi internet ke beberapa komputer jelas menurunkan bandwidth yang kita terima dari Internet Service Provider (ISP) jika beberapa user secara bersamaan mengakses internet. Apalagi jika seseorang user sedang mendownload file yang cukup besar. Misalkan sebuah file torrent yang besarnya kira-kira 3 GB. Coba bayangkan jika satu koneksi internet kita bagi ke 15PC dan semua pengguna PC tersebut sedang mendownload file yang besarnya 3 GB bisa lemot koneksi internet kita. Untuk itu, saya rasa perlu jika Anda membatasi bandwith koneksi internet pada setiap komputer.

Untuk membatasi bandwith koneksi internet, lazimnya kita menggunakan sebuah software bandwidth management yang mungkin tidak gratis dan berharga cukup mahal. Namun ada sebuah cara membatasi bandwidth koneksi internet sebuah komputer tanpa menggunakan software pada sebuah jaringan lokal (LAN) kita. Berikut langkah-langkahnya:

1. Klik Start »» Run dan ketik “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) dan tekan Enter.
2. Pada jendela sisi sebelah kiri pilih Computer Configuration »» Administrative Template »»Network »» Qos Packet Scheduler.

bandwidth limit client images
3. Kemudian di sisi jendela sebelah kanan double click Limit Reservable Bandwidth.
bandwidth limit client images
4. Pada jendela Limit Reservable Bandwidth tandai option Enable dan set Bandwidth limitmenjadi 50 % atau nilai yang Anda inginkan. Semakin besar nilai yang Anda set maka semakin kecil bandwidth yang bisa digunakan komputer tersebut.
5. Setelah seting Anda anggap sesuai click tombol OK dan tutup jendela Group Policy.

bandwidth limit client images
Agar setingan berpengaruh pada client, silahkan restart komputer. Kemudian cobalah untuk melakukan test terhadap kecepatan koneksi internet pada komputer tersebut. Jika Anda rasa masih cepat atau terlalu lambat, rubahlah setingan dengan mengikuti langkah-langkah tadi. Kemudian rubah nilai pada Bandwidth Limit menjadi lebih besar atau kecil tergantung dari kecepatan yang Anda inginkan. Setelah setingan Anda anggap pas. Barulah set komputer-komputer lainnya pada jaringan dengan seting yang sama atau seting yang berbeda padaBandwidth Limit. Tentu saja dengan langkah-langkah yang sama seperti seting diatas

Entri yang Diunggulkan

CERITA SINGKAT PERJALANAN HIDUPKU

Cerita pendek kehidupanku dari masa ke masa Saya terlahir dari keluarga sederhana dan jauh dari kecukupan..dimasa kecilku dihabiskan hana...