Minggu, 02 November 2014




Modul TKJ - teknik komputer jaringan adalah modul yang di khususkan untuk mendukung proses belajar mengajar siswa di tingkat sekolah menengah kejuruan teknik komputer jaringan (SMK TKJ). Pada modul TKJ ini terdapat materi pokok yang mempelajari dasar awal hardware maupun software komputer serta jaringan komputer. Jaringan komputer yang meliputi LAN, MAN dan WAN juga di pelajari oleh siswa TKJ. TKJ adalah singkatan dari Teknik Komputer Jaringan ,  jurusan TKJ adalah jurusan yang terdapat di SMK.

siswa TKJ inilah yang mempelajari Modul teknik komputer jaringan selain mempelajari teori awal dari komputer dan jaringan mereka juga di bekali dengan praktik merakit komputer, merakit laptop. Disamping itu siswa TKJ juga mempelajari sofware seperti Sistem Operasi Windows, Sistem Operasi Linux, cara menginsal sistem operasi dan masih banyak software yang lainnya
Jurusan Teknik Komputer Jaringan ini selain mempelajari itu semua mereka juga dibekali dengan trobleshoting komputer, perawatan komputer, perawatan peritnter dan perawatan hardware lainnya.Berikut Modul Teknik komputer jaringan yang bisa anda pelajari dengan mendownload secara gratis



Mudah mudahan anda terbantu dengan modul tkj ini, modul teknik komputer jaringan bisa anda download dengan gratis

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya dibawah ini Ya !!

Rabu, 22 Oktober 2014

Kesenian debus Banten
Banten memang kaya peninggalan sejarah dari zaman megalitik sampai penjajah Jepang, meskipun bila kita ke sana saat ini banyak prasarana umum yang tertinggal. Ragam peninggalan di sana mencerminkan tingginya peradaban nenek moyang, luasnya pergaulan orang Banten sampai di tingkat internasional dengan rasa toleransi begitu tinggi antaretnis dan agama saat itu. Banten bukan hanya sosok Sultan Ageng Tirtayasa atau Jendral Daendels yang memaksa rakyat mengerjakan pembangunan jalan 1.000 kilometer dari Anyer hingga ke Panarukan di Jawa Timur. Ia lebih dari itu. Banten tua memiliki kekayaan ilmu pengetahuan yang mengagumkan, menjadi sumber sejarah tak habis-habisnya untuk dikupas sebab wilayah itu berhubungan erat dengan wilayah Jawa bagian tengah dan barat yang pada masa lalu dikenal lewat Kerajaan Demak (Jawa Tengah), Pajajaran (Jawa Barat), atau Bogor dengan Kerajaan Pakuan. Peninggalan Sejarah dan Purbakala (PSP) Banten yang berada di Kawasan Keraton Banten . Diantaranya Keraton Surosowan. Kawasan seluas empat hektar yang dikelilingi benteng setinggi dua meter itu menyisakan bekas bangunan, seperti pintu gerbang keraton berbentuk bulat, kolam pemandian, hingga sistem saluran air dalam keraton. Keindahan istana akan nampak terlihat jika mata kita alihkan kesuatau objek Tiga tangga istana yang berbentuk setengah lingkaran dari batu bata dan pemandian Roro Denok yang sampai sekarang masih mengeluarkan air menjadi bukti keindahan Keraton Surasowan.benten-surosowan. Kemajuan peradaban juga bisa disaksikan dari sisa bangunan di sana. Pada tahun 1552, ketika keraton itu mulai dibangun, nenek moyang kita ternyata sudah mengembangkan teknologi penyaringan air bersih. Pada bagian belakang istana-jika bagian depan istana diasumsikan bangunan yang ada tangganya-terdapat saluran air. Di depannya ada enam keran (dulu terbuat dari besi berwarna kuning sehingga tempat itu disebut Pancuran Emas) untuk mengambil air bersih yang sudah disaring. Air bersih bersumber dari mata air Tasik Ardi, berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Keraton Surasowan. Sebelum digunakan untuk minum, air itu harus melalui tiga penyaringan (peninggilan). Sumber air Tasik Ardi hingga kini masih tetap asri dan menjadi salah satu tempat wisata dalam kawasan Banten Lama, walau debit air yang dikeluarkan jauh lebih kecil. Sementara, pipa saluran air menuju keraton tetap terpelihara baik walau sebagian tertutup tanah dan jalan. Di dalam wilayah eks Karesidenan Banten (sejak tahun 2000 menjadi provinsi sendiri, pisah dari Provinsi Jabar) itu ada beberapa kawasan situs dan peninggalan sejarah. Ada Banten Girang yang menyimpan situs zaman megalitik, ada Banten Lama di mana terdapat bekas Keraton Surasowan, Keraton Kaibon, Vihara Avalokitesvara, bekas benteng Speelwijk yang dibangun VOC Belanda, terletak 10 km arah utara Kota Serang. Di Kota Serang sendiri ada beberapa gedung yang masuk kategori cagar budaya yangkresidenan.jpg perubahannya tak bisa dilakukan sembarangan. Setidaknya di sana ada empat gedung bersejarah. Gedung negara (kini kantor Gubenur Banten), dulu kantor Residen Banten yang dibangun pada tahun 1800-an, gedung Joang (kini tempat organisasi massa berkantor), bekas sekolah Mulo (kini Polres Serang), dan bekas markas marsose Belanda dibangun pada tahun 1900-an (kini menjadi markas Korem 064 Maulana Yusuf Banten). Kondisi gedung-gedung itu relatif masih bagus. Akan tetapi, penjara serta bangunan lain yang menjadi asrama polisi harus dirawat dan dibersihkan. Penjara empat pintu yang umurnya diperkirakan satu abad tersebut kini menjadi rumah tahanan Polres Serang. Sekelumit pertanyaan tentang, bagaimana persisnya sejarah kerajaan di Banten sejak abad ke-16 sampai abad ke-19, sampai sekarang belum terpecahkan. sosok sejarah Banten hingga saat ini belum terwujud utuh. Penggalan yang dikaji para ahli arkeologi baru mata rantai yang terputus-putus. Walau demikian, hasil penelitian tersebut menjadi bukti Banten memiliki nilai sejarah. Bukti keberadaan Kerajaan Banten antara lain terdapat pada naskah kuno Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi. SEPERTI apakah kejayaan Banten masa silam? Silakan saudara sekalian menyaksikan Museum Banten Lama, depan bekas Keraton Surasowan yang dikelola Kantor Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten. Di sana terdapat lukisan dua duta besar Keraton Banten yang dikirim ke Inggris pada tahun 1682. Dua utusan diplomatik itu adalah Kiai Ngabehi Wira Pradja dan Kiai Abi Yahya Sendana. Archaeological Remains of Banten Lama yang dibuat Pusat Penelitian Arkeologi Nasional karanghantu tahun 1984 menyatakan, sejarah Banten terutama terjadi pada abad ke-16 ke atas. Antara abad ke-12 sampai ke-15 Banten sudah dikenal sebagai pelabuhan untuk Pemerintah Inggris di Sunda. Pertumbuhan wilayah itu maju pesat. Bandar yang berjarak hanya sekitar dua kilometer dari pusat Pemerintahan Banten Lama disinggahi pedagang dari Gujarat (India), Tionghoa, Melayu, Portugal, dan Belanda. Waktu itu, arus barang keluar-masuk pelabuhan sangat lancar sehingga perekonomian Banten maju pesat. Pada zaman pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, Banten dikenal sebagai eksportir lada. Produk rempah-rempah mengundang banyak pedagang dari berbagai negara datang lalu tinggal di sana. Tak aneh bila di kawasan itu berdiri bangunan berusia di atas 100 tahun seperti vihara, mesjid Lama Banten, serta bekas kampung Arab, India, dan Cina.

Minggu, 07 September 2014

CATATAN MASA-MASA SMA

Add caption
Malu aku malu
Pada semut merah
yang berbaris di dinding
manatap ku curiga seakan
penuh tanya
Sedang apa di sini?
Menanti pacar jawabku…
Kisah-kasih di sekolah
tak akan terlupa
Tiada kisah paling indah
Kisah kasih di sekolah
Tiada masa paling indah
Masa-masa di sekolah.
Penggalan lagu dari Obie Mesakh seakan mewakili hati saya untuk menulis tentang sebuah kenangan di sekolah. Masihkah kita menyimpan album foto kenangan semasa sekolah ?. Saat masih jadi remaja yang lincah, enerjik dan ceria.
Kenangan masa sekolah kita yang tak lepas dari teman-teman, guru dan tempat kita belajar dahulu.
Teman-teman dimanakah mereka sekarang. Sudah jadi apa, sudah seperti apa, sudahkah kini berjambang, kumisan, anaknya berapa, bahkan apa sudah pada ubanan….hehehe. Perjalanan waktu pasti berpengaruh pada perubahan seseorang. Tak lepas juga teman-teman kita saat di sekolah dulu.
Kemanakah dulu si Agus yang sekolah selalu telat, Munaroh yang rambutnya selalu di kepang panjang, selalu di kata sebagai pendekar kungfu China, Kemanakah Novi yang dulu mendapat julukan dari guru Sejarah, pak Nanang, dengan panggilan si Tompel. Karena tahi lalat di atas bibir yang meraksasa.
Si Iwan Penthol yang dulu pernah naksir Titik. Si Aminudin yang menyukai Palupi dan mendapatkan balasan surat bertuliskan tinta merah, sebuah warning penolakan yang drastis. Kemanakah Hartono yang dulu kerjaanya suka sekak dan main remi tiga puluhan saat jam-jam mata pelajaran sedang kosong.
Kenangan tentang sebuah sekolah, kita dapat memahami jika banyak di antara kita yang selalu masih membekas. Tak bisa terkikis begitu saja di telan perubahan jaman dan waktu. Karena sebuah jaman memberi masanya tersendiri, membawa kenanganya tersendiri, membawa modelnya tersendiri, membawa gaya rambut, lagu yang populer, sedang di gandrungi di antara jaman itu, tas, pita untuk anak cewek, bahkan pula sepatu.
Siapakah di antara teman yang kita senangi dan kita favoritkan di hati kita. Pasti pernah terselip perasaan itu. Pada teman sendiri yang kita kagumi baik karena wajah, gaya rambut, modelnya yang selalu rapi, karena nilai prestasi dan juga karena dapat kita palak i saban hari…..hehehe(kalau ini untuk murid yang selevel bandit).
Siapa murid paling kita benci dengan tingkahnya yang menyebalkan. Melihat gayanya, tingkah lakunya, bahkan karena juga persaingan mendapatkan perhatian dari murid lawan jenis. Melihat kelebatanya saja sudah meledak dada ingin mengguncing ke teman-teman lain. Bahwa si itu, si anu polahnya menjengkelkan. Dan mungkin kini setelah berlalu lama masa sekolah, kita merindukanya kembali, kemanakah dia sekarang. Sudah berubahkah dia, apa tetap saja menjengkelkan seperti dulu….hmm.
Pertemanan dan keceriaan di masa sekolah yang tak pernah sepi dari candaan, gelak tawa, olok-olokan. Ada kejadian menarik, dan ini mungkin yang paling “menjengkelkan”. Ketika itu jaman memanggil teman sekolah dengan sebutan nama panggilan ayahnya. Sebut saja, si Totok, punya bapak bernama Syaiful. Dengan panggilan perkosa tentunya, bukan nama Totok yang menjadi panggilan akrab di sekolah namun nama bapaknya, yang bernama Syaiful. Yang akhirnya berbalas pantun untuk menyelidiki nama bapak masing-masing. Namun tak ada yang memanggil dengan sebutan nama ibu, masih takut gak punya akses masuk surga kali, hehehe. Ketika itu, Totok sedang terlambat masuk kelas, langsung nyerocos mulut si Anna,
“Waduh Saiful kesiangan, tadi malam kemana saja Ful-Ful,…” Celoteh Ana pada Totok di depan kelas di samping ibu guru, meledaklah tawa seisi ruang kelas. Sedang Totok hanya menunduk malu karena ada Bu Anni di bangku guru. Sambil dia memberi isyarat kepalan tangan pada Ana. Yang di balas dengan juluran lidah. Dengan jari membeliakan kedua mata pula, begini ; “wek !”
Itulah sebuah kenangan di jamanku, di jaman pemanggilan nama teman dengan panggilan bapaknya, sungguh kurang ajar dan tak patut, namun menggelikan.
Panggilan itu hanya sebatas pada teman-teman sekolah. Dan mulut si Ana yang suka nyerocos sekarang sudah berada di mana, siapa suaminya. Anaknya berapa ataukah justru sudah bersuami Totok, yang dulu selalu di olok-olok.
Kisah cinta diantara teman sekelas yang selalu gagal dan menjadi guncingan. Sampai ada mitos di sekolahku gak boleh ada yang pacaran sesama satu kelas karena akan mendapat kutukan putus di tengah jalan. Yang akhirnya menjadi bahan perbincangan dan gosip harian. Ini yang sungguh membuat sebel, jika sudah putus, teman sedikit banyak tahu pernah pacaran, jika ada kegiatan atau sedang maju kedepan mengerjakan soal dan tidak bisa, mantan pacar yang selalu di sebut-sebut dan di sindir untuk membantu. Atau di investigasi, “Di apain saja sehingga tidak pernah menggarap pekerjaan rumah” yang di berikan oleh guru.
Begitulah catatan tentang sedikit kenangan masa-masa sekolah saya , yang terkesan jadul banget. Namun masih tetap berkesan hingga sampai nanti sudah pada tua.
Teman sekolah adalah teman kenangan, terutama untuk murid SMA. Dimana masa sedang mekar dan bertumbuh.
Maka itu masihkah kita menyimpan album kenangan masa sekolah kita. Untuk menerawang kembali masa-masa remaja yang pernah hinggap. Belajar, berkumpul, bercanda, berpacaran, dan membenci. Seolah semua indah dan tak ada kata terlarang di masa itu, walau rambu-rambu peraturan setiap hari selalu di semburkan oleh orang tua dan bapak-ibu guru.

Entri yang Diunggulkan

CERITA SINGKAT PERJALANAN HIDUPKU

Cerita pendek kehidupanku dari masa ke masa Saya terlahir dari keluarga sederhana dan jauh dari kecukupan..dimasa kecilku dihabiskan hana...